INPUT DATA RF

Kaki RF_A = Input Signal BT RF_A yg ditangkap oleh BT Antenna Pad & digandakan jalur signalnya sama besar (A & B) oleh Z6030.

Kaki RF_B = Input Signal BT RF_B hasil penggandaan & Balancing Signal BT oleh Z6030

Kaki AUX_DAC = Not Connected. Kaki Auxilliary Digital to Analog Converter. Yaitu Kontrol utk IC BT dlm mengolah Demodulasi Signal Digital 2,4 Mhz menjadi Analog. Kaki ini tdk dipakai.

VOLTAGE / TEGANGAN KERJA

Kaki VREG_IN = Input Regulator/ Tegangan kerja Analog IC BT berasal dari VBATT=4V

Kaki VDD_PIO, VDD_PADS = (Voltage Drain Device) / Input Tegangan kerja Digital IC BT berasal dari VIO=1,8V IC Power.

Kaki VDD_ANA/VDD_CORE/VDD_VCO/VDD_RADIO = Input Tegangan kerja bagian ANALOG/CORE/VCO/RADIO IC BT. Diukur tegangannya 1,8V di R6032, apabila bermasalah, pertanda kaki IC BT tsb tdk mendapatkan teg. maka solusi alternatif jumper ke VIO.

CLOCK

XTAL_IN = IC BT membutuhkan RF Clock dari IC RF sebesar 38,4 Mhz. (RFCLKEXT = RF Clock Extention). RF Clock EXT ini = RF Clock utk CPU RAP. Ukurlah dengan Frequency Counter.

LPRF_CMT

PIO = (Process  Input Ouput) terhubung ke Processor alias CPU

PIO2 = UART_WAKE (Universal Architecture Receive Transmit) Wake Up = Control dari CPU untuk memulai proses RX/TX Data dari/ke IC BT menuju CPU RAP.

PIO3 = UART_CTS_P (UART_Command To Send_Process = Control Perintah yang dikirim dari CPU RAP ke IC BT

PIO4 = BT_WAKEUP = Control Perintah untuk menstartup IC BT untuk memulai proses RX/TX Data

UART_TX = Data olahan IC BT menuju IC CPU RAP (BT Antenna à IC BT à CPU RAP à Memory (Internal/External). Terjadi proses Demodulasi dari 2,4 Ghz à Data utk disimpan

UART_RX = Data olahan IC CPU RAP menuju IC BT ( Memory (Internal/External) à CPU RAP à IC BT à BT Antenna . Terjadi proses Modulasi dari Data di IC Flash/Memory à 2,4 Ghz

UART_RTS = Reset To Send = CPU mereset data IC BT untuk memulai Input Output Data. Tegangan Reset RTS berasal dari VIO IC Power

UART_CTS = Command To Send = CPU mengontrol IC BT untuk memulai Input Output Data

BT_RESETX = Bluetooth Reset Signal = CPU memberi Perintah/Tegangan Reset utk IC BT agar IC BT aktif.

PUSL

SLEEPCLK = (PUSL 1) = Sleep Clock Oscillator 32,768 Khz sbg syarat kerja IC BT

BTH_CLK_REQ = (PUSL 4) = APE_SLEEPX = Perintah/Tegangan  kerja dari CPU RAP ke IC BT sebesar 1,8V

PURX = (PUSL 0) = Power Up Reset Signal = Perintah/Tegangan reset dari CPU RAP untuk IC BT sebesar 1,8V

PCM

PCM_OUT = IC BT à CPU RAP

PCM_IN = CPU RAP à IC BT

PCM_SYNC = Sinkronisasi Data antara IC BT dengan CPU RAP

PCM_CLK = Clock PCM dari CPU RAP untuk IC BT

Kaki VSS_DIG/VSS_VCO/VSS_RADIO/VSS_ANA = Ke5 kaki Grounding ini sebagai kaki negatif/GND dari ke5 tegangan kerja/VDD (kaki A2/G4/D6/A4/C6 untuk IC BT ini.

AIO2 = (Analog Input Ouput 2) Hanyalah sekedar filtering Capasitor saja. C dicabut tdk menimbulkan masalah berarti.

1. INPUT SIGNAL RF

Data yg mau diolah (Input Signal) ditangkap oleh Antenna BT (E6001) –> Selanjutnya di Balancing oleh Filter Z6030 (Di Coupler) sehingga menjadi dua signal sama besar yaitu RF A & RF B yg masuk ke IC BT (N6030) –> Sedangkan Z6030 ini sendiri butuh tegangan buat bekerja yaitu VDD_VCO 1,8V karena berasal dari VIO (diukur gampang khan).
Nah inilah proses No. 1. Input Signal RF 2,4 Ghz. Jadi tinggal periksa jalur RF ini serta syarat kerja Z6030 yaitu VDD_VCO 1,8V.

2. OUTPUT DATA (LPRF_CMT = Low Power Radio Frequency_Cellular Mobile Telephone)

Lihat gabungan jalur yg bernama LPRF_CMT, ini akan menuju CPU RAP. Jadi hasil kerja final IC BT disinilah letaknya..
RF_A & RF_B yg diterima oleh IC BT sebesar 2,4Ghz akan diproses (Demodulasi), dibuang signal pembawanya yg sebesar 2,4Ghz oleh IC BT N6030, sehingga menjadi Frekuensi Data –> dikirim ke RAP

Bagaimana mengecek apakah output IC BT ini (LPRF) bagus/tidak? Bisa dengan cara Selftest seperti berikut :

– LPRF_IF_TEST
– LPRF_AUDIO_LINES_TEST
– BT_WAKEUP_TEST

Ketiga Test diatas mengukur Output LPRF (Hasil kerja IC BT) spt yg sdh dijelaskan. Hasilnya harus Passed semua. Bila tdk maka cek IC BT & syarat kerjanya.

– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST
– ST_BT_SLEEP_CLK_TEST

Kedua Test diatas mengukur Sleep Clock Crystal Oscillator 32,768 Khz keluaran dari IC Power (RETU/AVILMA) & juga mengukur 32,768 yg masuk ke IC BT. Harus Passed hasilnya.

– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST Unknown Result sudah tentu ST_BT_SLEEP_CLK_TEST Unknown result juga.
– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST Passed, belum tentu ST_BT_SLEEP_CLK_TEST Passed juga.

3. Tegangan Kerja (VIO, VBAT)

Ada dua tegangan kerja untuk IC BT yaitu :

Teg VBAT 4V = Sebagai tegangan Analog untuk bagian Analog IC BT.
Teg VIO 1,8v = Sebagai tegangan Digital untuk bagian Logic/Pengontrol dalam IC BT.

Tentu dengan mudah kita mengukur tegangan2 ini. Jika tdk ada tentu IC BT tdk akan bekerja

4. System Clock BT (RFCLKEXT 38,4 Mhz)

IC BT membutuhkan System Clock untuk proses kerjanya, yaitu RFCLK_EXT sebesar 38,4 Mhz yg berasal dari RF IC. RF CLK EXT ini sama besar dgn RF CLOCK untuk CPU RAP. Jadi jika bermasalah pertanda jalur RFCLKEXT putus, jumper ke RFCLK saja.

5. PUSL (Power Up System Logic)

Berisi Clock Oscillator, Teg,. Perintah/Control PURX & APE SleepX

– PURX = 1,8V dari IC Power (RETU/AVILMA)
– 32,768 Khz Sleep Clock dari RET/AVILMA
– APE_SleepX 1,8V dari CPU RAP.

Ketiga PUSL ini dpt dgn mudah diukur menggunakan Multimeter & Frequency Counter.

6. PCM (Pulse Code Modulation)
IC BT dalam mengolah Data Signal yang keluar masuk Modulasi & Demodulasi membutuhkan control PCM dari CPU/RAP. Ada Input, Ouput, Synchronization dan Clock.

Fungsi Z6030 :

1. Filtering (Signal yang masuk akan disaring, dgn frekuensi sebesar 2441,75 Mhz (sesuai spek di skema), signal diluar itu direject. Sehingga IC BT jadi lebih nyantai kerjanya.

2. Balancing (Signal 2,4 Ghz (X) yg masuk ini dibuat stabil bentuk amplitudonya (Y). Sehingga IC BT lebih mudah memprosesnya.

Dengan tujuan ini maka ada system Coupler, sehingga signal masuk yang masih acak acakan akan digandakan (coupler) sehingga menjadi 2 signal output & couplingnya yg sama besar bentuknya, gunanya sbg referensi & perbandingan sehingga yakin bahwa ke2 signal itu memiliki bentuk yg sama, jika bentuk sama tentunya amplitudo frekuensi nya sudah stabil.

Jika bentuknya berbeda, tentunya amplitudonya ketahuan masih belum stabil, sehingga Z6030 harus mengolahnya dgn benar. Jika tdk bisa menyebabkan signal lemah, dll. Sehingga Z6030 ini perlu dicek/diganti. Untuk mengukur RF A & RF B ini tentunya sulit mengukur High Frequency 2,4 Ghz.

Kecuali dengan peralatan memadai, software Phoenix FLS-5, JBT-9 Box, nantinya dibaca BER (Bluetooth Bit Error) Rationya. Hasilnya Error tdk boleh lebih besar dari 0,1%. Jika lebih besar pertanda Z6030 rusak. Untuk pengukuran ini sy sendiri belum pernah coba, gak punya alat2nya, hanya berdasarkan Service Manual saja.
Daripada lambat ngukur, mending lebih mudah lsg ganti saja.

3. Directional Coupler
Signal yang masuk ke Z6030 selain di coupling juga terjadi penyearahan sehingga lebih mantap & stabil..

4. Ampilified.
Dengan Proses2 diatas tentunya RF Signal BT 2,4 Ghz jadi lebih mantap, kuat krn terjadi pula proses Amplified penguatan.

Advertisements
Foto-foto bugil dan mesum di dalam mobil. Berikut adalah sekilas foto asli dari pasangan yang sedang ML di dalam mobil mereka dan ketahuan Polisi…ML didalam mobil merupakan fantasi sex yang benar-benar menakjubkan untuk dicoba. Akan tetapi ketika anda melakukan hubungan sex didalam mobil ada baiknya anda memikirkan resiko ketahuan bila ada orang yang sedang memantau. 

Coba deh anda lihat foto-foto dibawah ini, Berikut saya beberkan foto-foto mesum orang yang sedang enak-enaknya ML didalam mobil dan Ketahuan Polisi ketika mereka sedang ML di mobil tersebut secara blak-blakan… Lihat EKSPRESINYA gan!

 

Posted: November 2, 2010 in Hardware Nokia

System Kerja Camera Ponsel, Cara Pengukuran dan Perbaikannya
System kerja Camera Ponsel akan kita coba bahas disini.
Dari Mulai Nokia Berkamera spt 6610i,3200,7650, dan BB5 lainnya. jalur skematiknya dan sistem kerjanya kurang lebih sama. Hanya sedikit berbeda dari sumber tegangannya, dan processornya.

Ada Ponsel yg Processornya dari IC HWA/AEM (Hardware Accelerator / Auxilliary Energy Management)
Ada yg dari OMAP Golde Eye, Ada yg dari RAP.

Ada Ponsel yg Tegangannya berasal dari UEM, ada yg dari RETU/AVILMA, dan ada yg dari Step Down DC/DC Converter/SMPS/LDO Regulator for Camera.

Intinya bagian2 terpenting dlm syarat kerja kamera adalah :

1. Tegangan
Ada Tegangan Analog yg berfungsi sbg Power/Daya utk Kamera. Dan ada Tegangan Digital yg berfungsi sebagai pengolah data pd kamera.
Tegangan Analog lebih besar dari Teg. Digital. Umumnya Teg. Analog berkisar 2,8V dan Teg. Digital 1,8V

2. External Clock

Setiap kamera membutuhkan clock sbg syarat kerjanya, dpt diukur besaran clock yg stabil disini dgn Frequency Counter ataupun Osciloscope akan terlihat nilai sebesar 9,6 Mhz 1,8Vpp

3. Jalur Control I2C
Pada Jalur I2C (Inner Integrated Circuit) disini adalah jalur control dari Processor utk Camera sbg Indikator atau pengecekan kamera. Ada dua jalur yg dpt dicek disini yaitu CCISCL (Continuity Check Indicator Serial Clock) = Saluran Clock
dan CCI SDA (Continutiy Check Indicator Serial Data) = Saluran Data
Control yg diberikan oleh Processor utk kamera melalui saluran Data berdasarkan perubahan Clock yg terjadi pd saluran Clock. Jadi Clock disini berubah2 dan bkn spt EXTCLK yg stabil dpt diukur.
Kita mengukur tegangan 1,8V yg dihubungkan dgn Pull Up Resitor pd jalur I2C ini.

4, Jalur Data Kamera

Ada 2 jalur Data yg dikirimkan dari Processor ke kamera dan sebaliknya. Serta Ada dua jalur Clocknya.
Data yg dikirimkan dari Processor ke kamera berdasarkan perubahan Clock yg terjadi.

Jalur data dan Clock ini adalah jalur :

CCPCLK+
CCPCLK-

Channel Camera Processor Clock + dan –

CCPDAT+
CCPDAT-

Channel Camera Clock Data + dan –

Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat skema berikut :

Dari Skema Bagian Connector Camera dapat kita lihat sebagai berikut :

1. VCAP = Tegangan Penyimpanan pada Capasitor sebagai penstabil tegangan
2. VANA = Tegangan Analog utk Camera (2,8V Dari VFLASH1/VAUX RETU/MENELAUS)
3. VDIG_CAM = Teg. Digital utk Camera (1,8V Dari VIO/SMPS/MENELAUS)
4. XSHUTDOWN = Control dari CPU untuk mengaktifkan/menonaktifkan Camera (1,8V)
5. EXTCLK = Clock untuk Camera sebesar 9,6 Mhz
6. CCISCL = Continuity Check Indicator Serial Clock (1,8V) dari CPU RAP/HWA IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
CCISDA = Continutiy Check Indicator Serial Data (1,8V) dari CPU RAP/HWA IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
7. CCPCLK = Channell Camera Processor Clock dari CPU RAP/HWA IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
8. CCPDAT = Channell Camera Processor Data dari CPU RAP/HW IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
Dengan melakukan Pengukuran tegangan, Clock dan Data yg berhubungan, maka perbaikan kamera dpt kita lakukan dgn benar dan tepat, sehingga langsung tepat sasaran dan tdk menduga2..

Kerusakan Kamera dpt pula disebabkan oleh Software. Jadi sebelum melangkah ke Hardware ada baiknya di perbaiki Data DCC (Dynamic Camera Configuration File) Apabila gagal penulisan file ini maka bisa dipastikan ada Hardware yg bermasalah. Sedangkan apabila kerusakan pd DCC file maka Data CCPDAT+ dan – yg terukur pd Osci akan menyimpang dari gbr yg seharusnya.

Cara menulis DCC file bisa dgn Phoenix maupun dgn MXKey :

Service ->> Phone Test –> Camera –> Write To Phone –> pilih file DCC

Alat-alat yang dibutuhkan :

1. Multitester Digital/Analog, lebih bagus Digital, karena hasilnya lebih akurat terbaca.
2. DC Power Supply, diatur Voltagenya antara 3,6V – 4,1 Volt.
3. Kabel jumper. (Utk PCB yg Connector Batterenya terpisah, maka kabel jumper hrs disolder ke PCB (Kutub Batt + dan -) baru dihubungkan ke Power Supply. dcpowersupply.jpg

Persiapan Pengukuran :

1. Nyalakan Power Supply, atur tegangannya 3,6 s/d 4,1 V.
2. Solder 2 buah kbl jumper, satu kabel di Kutub + Batt (Boleh juga di C165), dan satu kabel lagi di kutub Batt – atau di GND mana saja. lalu kedua kabel tsb dihubungkan ke Power Supply

I. Pengukuran Tegangan pada Ponsel Nokia DCT3 (Ct : 8210/8250)

Tegangan penting yg harus diukur :

1. Power ON di Switch On/Off = 3,6V s/d 4,1 V
2. VBB = 2,8 V
3. VCore = 1,8 V
4. VCP = 4,8 V
5. VCOBBA = 2,8 V
6. VREF = 1,5 V
7. VXO = 2,8 V
8. PURX = 2,8 V

Power On : Tegangan dari batt –> CCONT -> Saklar.
VBB (Voltage BaseBand) = Teg. untuk bagian baseband spt IC UI, CPU, LCD, COBBA, IC Flash, dll
VCore = Tegangan Digital utk CPU sbg Processor.
VCP = Voltage Charge Pump, teg. untuk IC Regulator ke VCO & IC RF
VCOBBA = teg. Digital untuk IC Audio COBBA
VREF = Teg. referensi clock untuk IC RF HAGAR (sbg Frequency Synthetizer) dan untuk IC Audio COBBA (sbg Automatic Frequency Control) dlm mengatur RF Clock 26 Mhz.
VXO = Voltage Xtal Oscillator, tegangan utk IC Crystal 26 Mhz
PURX = Power Up Reset -> Signal Reset utk CPU dari CCONT utk mulai bekerja.

Tegangan CCONT.JPG

Langkah-langkah Pengukuran :

1. Setelah Persiapan Pengukuran sdh dilakukan, maka siapkan Multitester. (Bila ada yg belum mengerti cara penggunaan, bisa baca petunjuknya lebih lanjut di sini : Petunjuk Penggunaan MultiTester Digital
2. Putar Skala Multitester ke DC Volt 20

3. Tempel Kabel hitam ke Ground. Dan Kabel Merah ke kaki saklar On/Off +, (bagian bawah). Baca tegangannya, hrs menunjukkan angka >3,6V. Dan jika saklar ditekan hasilnya harus 0 V. Jika tdk ada teg. Power On, HP tdk bisa hidup, namun jika dicharge akan muncul gambar battere sdg dicharge, solusinya cek Ccont, R118(resistor Power On) dan jalur Power On (Batt –> Ccont kaki E4 –> Switch on/off.

4. Kabel merah pindah ke C152, tekan On/Off, maka hasil nya harus 2,8 VXO, Jika VXO tdk keluar, otomatis HP akan matot, karena Crystal tdk bekerja mengeluarkan frekuensi 26 Mhz utk IC RF, yg nantinya oleh HAGAR akan dibagi 2 menjadi 13 Mhz dan akan dikirim ke CPU, sebagai RF Clock. maka dari itu cek CCONT, jika VXO tdk muncul.

5. Kbl Merah ke C107, VBB = 2,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, cek CCONTnya.

6. Kbl merah ke C108, VCP = 5V, jika tdk keluar, HP akan No Signal, manual searching lsg No network dlm waktu singkat. Cek CCONT.

7. Kbl merah ke C140, VCore = 1,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, karena CPU tdk akan bekerja, oleh karena itu cek CCONTnya. Bila Vcore <1,0V ada kemungkinan bisa dari CPU short, atau CCONT lemah.

8. Kbl merah ke C133, VCobba = 2,8 V, jika tdk keluar, HP akan muncul “Contact Service” dan di info di UFS COBBA s/n = 000000, karena Cobba tdk dpt bekerja akibat tdk ada tegangan. solusinya cek CCONT.

9. Kbl merah ke C106, VRef = 1,5V, jika tdk keluar, gejala pd HP No Network, karena teg. referensi utk IC HAGAR tdk ada. Solusinya cek CCONT.

10. Kbl Merah ke J227, PURX =2,8V (Joint 227 = sambungan ke kaki B13 CPU), Jika PURX tdk keluar, maka HP akan matot, karena CPU tdk mendapat Signal Power Up Reset dari CCONT.

Setelah semua teg. keluar pertanda CCONT dalam hal ini berfungsi sbg Regulator (Pembagi tegangan) telah berfungsi dengan baik. Fungsi lainnya dari CCONT sbg Penguat frekuensi Sleep Clock dari 32 Khz crystal yg dpt diukur dgn Frequency Counter. Juga tugas lainnya sbg PWM (Power Management) pengontrol Charging, Tegangan SIM card, dll.

 
Cara menentukan kutub GND dari Capasitor itu mudah:
Pakai Multitester & skala Continuitas (Bunyi Suara).

Tempel salah satu kbl Multitester di Ground PCB. dan satu lagi di salah satu kutub Capasitor.
Jika Multitester berbunyi pertanda itu adalah kutub GND Capasitor.
Dan kutub GND tdk akan mengeluarkan tegangan (alias 0V).
Sehingga tegangan berada di kutub yg satu lagi. Disitulah kita menempelkan jarum Multitester warna Merah untuk melakukan Pengukuran.
Dan kutub tsb tdk boleh terhubung ke GND, jika kedua kutub Capasitor terhubung ke GND, pertanda Capasitor Short, atau jalurnya short.

 

kalo Ngukur Resistor itu, yg paling baik adalah dicabut.Lalu diukur pakai Multitester sesuai petunjuk.

Tapi kalo gak dicabut juga bisa lsg diukur di PCB nya. Karena Resistor di PCB kecil, mudah hilang, jadi diukur lsg saja. Lsg terbaca nilainya…
Namun jika Resistor ini terhubung Paralel dengan resistor atau Capasitor lainnya, maka hasilnya kaan berubah. Oleh karena itu dilihat dahulu di skema mengenai bentuk Rangkaiannya. Jika diparalel kedua kutubnya dengan komponen lain , maka pengukuran harus dicabut.

Karena mengukur Resistor tsb, ikut juga terukur temannya. jadi hasilnya pasti beda.

Namun jika tdk/ misalnya dirangkai seri,maka tdk perlu dicabut, lsg ukur saja.

Mengenai Resistor yg kalo kena panas, nilai tahanannya berubah. Itu namanya Thermistor.. (Thermal Resistor). Jika kena panas, tahanannya kaan mengecil, namun akan naik kembali hambatannya jika suhu sudah normal kembali.
Contoh Thermistor (NTC) pd Ponsel Nokia 3210 di COnnector Batt + nya.

Kalo ngukur resistor jd jgn panas2 lsg diukur, tunggu normal dulu suhunya baru diukur dech..

10 Posisi Bercinta Kesukaan Cewek

Posted: October 30, 2010 in Windows

Posisi bercita (hubungan badan) ternyata berpengaruh terhadap kepuasan kaum wanita. Mereka memiliki posisi bercinta favorit karena lebih nyaman dan berpeluang besar mengantarkan orgasme. Mau tahu posisi seks favorit mereka? Simak saja pada ilustrasi-ilustrasi di bawah ini.

1. The Bronco Buster

2. Lock and Pose

3. Private Lap Dance

4. Raising The Mast

5. Stand at Erection

6. Spooning it

7. The Bamboo Split

8. The Comfort Zone

9. The Puppet Master

10. Stoop Doggy Dog

Hybrid pada perangkat Blackberry

Posted: October 24, 2010 in Blackberry

Sesuai namanya, Hybrid OS adalah operating systems (OS) yang berasal dari campuran bermacam-macam OS. Awal mulanya OS hybrid ini muncul adalah untuk memperbaiki kinerja BlackBerry® jenis 9530 (Storm) di jaringan GSM karena aslinya perangkat tersebut dirancang untuk bekerja di jaringan CDMA dengan GSM untuk memenuhi kebutuhan roaming, jadi ketika perangkat BB tersebut dibawa ke luar negeri, maka aka menggunakan jaringan GSM atau sebaliknya, sesuai jaringan yang tersedia di negara yang dikunjunginya.

Namun sayangnya, modul GSM yang ada dalam perangkat itu tidak dapat bekerja secara maksimal ketika digunakan pada jaringan CDMA. Dengan kekurangan ini, bakal ada beberapa masalah yang sering terjadi, diantaranya; susahnya locking sinyal GPRS maupun 3G.

Pada prinsipnya yg dilakukan para tukang oprek OS hybrid ini adalah mencampurkan  module dari berbagai macam OS yg memiliki keunggulan dengan module lain yg juga unggul di lain bidang, jadi modul tersebut akan saling menutupi kelemahan pada suatu perangkat Blackberry. Contohnya : ada OS “X” memiliki modul browsernya yang cepat namun freemem-nya cepat drop dan ada OS “Y” yang memiliki fungsi browsingnya lambat namun awet memorynya, nah para tukang oprek OS hybrid akan mengambil module browser OS “X” untuk dicampur ke OS “Y” sehingga dihasilkan Hybrid OS “X+Y” yang browsingnya kenceng namun freemem nya awet.

Seiring dengan perkembangan waktu, karena dirasa metode ini cukup efektif maka Hybrid OS ini berkembang tidak hanya di BlackBerry® type 9530 namun juga BlackBerry® type lainnya.

Para master Hybrid yg terkenal adalah Lyricidal, BBCrackman, Gabriel, OOAKPC, dkk. Semuanya punya selera masing² dalam meracik ramuannya.

Setelah puas coba² maka saya berpikir, kenapa nggak coba² bikin sendiri aja ya? Dari situlah eksperimen demi eksperimen dilakukan. Hybrid pertama saya sebenarnya malahan bukan untuk seri Storm tapi untuk seri Huron 8820. Setelah punya Storm baru ikutan sama temen-temen tukang ngibrit dan berguru pada suhu-suhu di milis.

Sejauh ini ada 3 versi sudah yg dikeluarkan yaitu versi 1.0.0, 1.0.2, dan 2.0.1. Penamaan versi ada kaitannya dengan radio, core apps, dan percobaan ke berapa yg berhasil.

membuat sendiri OS Hybrid mrmang gampang-gampang susah. Belum tentu module yang satu akan cocok dengan module yang lain. Oleh karena itu proses ngibrit ini akan membawa kita mengenal dunia ghaib per-BlackBerry-an.

Kejadian-kejadian yg tak terbayangkan sangat mungkin terjadi kalo ramuannya nggak pas atau bahkan crash dengan module lain. Kejadian seperti Nuked, Screen of Death, Bricked, Keyboard hilang, dial pad hilang, menu tinggal dial pad doang, dan lain-lain adalah hal yg umum dijumpai.

Cara paling mudah untuk mulai belajar membuat Hybrid adalah :

1. Nyontek kepada OS hybrid yang sudah jadi tentang module mana yang agak fleksibel dikawin-kawinkan.

2. Coba tampilkan list dependency files dari handheld dengan menggunakan javaloader,

caranya :

a. Hubungkan HH dengan kabel data.

b. Dari command prompt di direktori javaloader ketik “javaloader –u dir –d >namafile.txt” tanpa tanda petik dan sesuaikan namafile dengan selera anda.

c. Setelah jadi file txt nya silahkan dipelajari saling ketergantungan module nya, hal ini akan berguna ketika kita mencoba memperbaiki kinerja atau memperbaiki bugs dalam suatu aplikasi tertentu.

 

3. Dari sini silahkan mulai dipelajari sendiri bagaimana kira-kira cod demi cod bersinergi.

 

Setelah upgrade Javelin Curve 8900 dari OS 4.0 ke versi 5.0. Dan upgrade versi 5.0 ke beberapa Official release atau pun Leaked. Sekarang mari kita pindah ke Hybrid :D

Pada dasarnya proses upgrade-upgrade-an ini sama saja. Perubahan yang signifikan hanya dirasakan ketika pindah dari OS 4.0 ke versi 5.0. Setelah itu nggak begitu banyak perubahan kecuali performa uptime nya. Dan beberapa hal kecil yang sulit dijelaskan dengan tulisan, tapi memang nyata ada.

Cara dan langkah yang ada di postingan ini bukanlah cara satu-satunya untuk Upgrade ke Hybrid OS. Masih banyak cara yang lebih kecil tingkat resikonya dibanding ini. Akan tetapi, hal yang aku sharing disini adalah yang aku nyaman untuk melakukannya.

Semoga bermanfaat.

 

Warning:
Backup Data Blackberry Javelin Curve 8900 anda sebelum upgrade OS. Tidak ada jaminan proses upgrade ini berhasil pada Blackberry anda. Resiko Tanggung Sendiri.

Beberapa persiapan sebelum melakukan proses upgrade.

  • Pastikan listrik komputer/laptop anda stabil. Gunakan UPS apabila anda ragu. Atau pastikan batrei laptop anda dalam kondisi yang penuh saat proses upgrade.
  • Upgrade pada postingan ini saya lakukan dengan Win XP. Beberapa hal akan mengacu pada Operating System tersebut.
  • Hybrid OS yang saya gunakan dapat di download disini.
  • Base OS yang digunakan adalah Leaked 5.0.0.610 dan bisa di download disini.
  • Untuk wipe Blackberry Curve 8900, bisa dengan menggunakan JL_Cmder atau BBSak. Saya menggunakan CrackUtil.
  • Cable data USB bawaan Javelin Curve 8900
  • DM (Desktop Manager) v 4.7
  • Sebungkus Rokok
  • Secangkir Kopi

Langkah 1 – Backup

Backup BlackBerry anda. Terserah mau menggunakan software yang mana. Asal dipastikan untuk membackup terlebih dahulu sebelum memulai upgrade. Saya melakukan backup dengan DM 4.7.

Langkah 2 – Install Base OS

Hybrid OS ini berjalan pada Leaked OS 5.0.0.610. Untuk itu, pastikan hanya ada satu installasi pada PC/Laptop anda. Yaitu Leaked OS 5.0.0.610 tersebut. Apabila anda pernah upgrade blackberry sebelumnya, uninstall terlebih dahulu OS yang ada di PC/Laptop jangan di tiban installasinya. Dan jalankan CCleaner bila perlu. Untuk cara install Leaked OS ke PC/Laptop anda, bisa mengikuti Langkah 2 pada postingan disini.

Langkah 3 – Install Willyboy 8900 v4 .610/.612/.623

Klik file Willyboy 8900 v4.exe yang telah anda download tersebut.

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Willyboy v4 8900

Installasi Hybrid OS di PC/Laptop anda sudah kelar. Setelah exit, akan nongol sebuah aplikasi yang bernama Shrink-A-OS. Aplikasi ini bertujuan untuk membuang modul atau aplikasi default BlackBerry OS yang tidak anda perlukan. Tidak ada keharusan untuk menjalankan Shrink-A-OS ini. Aplikasi Shrink-A-OS ini bisa langsung anda tutup dan langsung Wipe BlackBerry OS pada Javelin Curve 8900 anda.

Cara Wipe BlackBerry OS Dengan CrackUtil

  • Colok BlackBerry anda ke Cable USB yang telah terhubung ke PC/Laptop
  • Jalankan program CrackUtil.
  • Masukkan password apabila BlackBerry anda di Password. Kosongkan saja apabila tidak di password.
  • Dan Pilih tab Clearing Settings – ADVANCED
  • Klik Wipe Device File System. Tunggu sampai BlackBerry anda selesai restart.
  • Setelah itu klik Wipe Device Application. Proses ini akan memakan waktu yang agak lama. Sabar aja, tunggu sampai prosesnya selesai di Blackberry anda dan nongol error 507. Jangan lakukan apa2 sampai error itu nongol. Mungkin disinilah waktunya anda membakar rokok atau menikmati kopi saat persiapan upgrade tadi :D
  • Untuk Refrensi, berikut skrinsut nya.

CrackUtil

Cara Wipe BlackBerry OS Dengan BBSAK (BlackBerry Swiss Army Knive)

  • Colok BlackBerry anda ke Cable USB yang telah terhubung ke PC/Laptop
  • Jalankan program BBSak
  • Masukkan password apabila BlackBerry anda di Password. Kosongkan saja apabila tidak di password.
  • Akan muncul tampilan kira2 seperti ini

  • Klik Wipe Device seperti gambar diatas.

  • Pilis Yes untuk melanjutkan Wipe.
  • Dan apabila telah selesai, akan muncul info seperti dibawah ini.

Dan silahkan lanjut ke Langkah 3 pada postingan disini.

Note: Error 507 itu berarti “No applications on handheld”. Ini dikarenakan ada file .COD yang tidak bisa di load.  Akan tetapi Error ini berbeda2 tampilan bahasanya di setiap Device BlackBerry. Untuk sebagai acuan, apabila ada angka 507, berarti anda telah berhasil wipe BlackBerry anda(acuan 507 di Java Error Code).

Sebagai Refrensi, tampilan error di Blackberry saya seperti gambar di bawah ini.

Error507

Buat pengguna vista/win7, saat selesai instalasi Crackutil , jangan di run dulu crackutil.exe nya. Tapi click kanan di crackutil.exe, pilih Properties, kemudian check pada ‘Run as Administrator’ checkbox pada tab Compatibility. Baru kemudian crackutil bisa dipergunakan di vista environment. Step di atas harus dilakukan saat fresh installation crackutil, jd habis instal di set dulu seperti di atas, baru bisa dipake.

Sekiranya anda memutuskan untuk menggunakan Shrink-A-OS, silahkan lanjut dengan postingan dihalaman ini.

Langkah 4 – Shrink-A-OS

Banyak aplikasi bawaan BlackBerry OS yang tidak saya gunakan. Untuk menghemat space, atau membuat Hybrid OS Jave Curve 8900 saya menjadi slim(Kecil/kurus), saya membuang modul modul dan beberapa aplikasi tersebut dengan Shrink-A-OS.

Okeh lanjut, Setelah installasi Willyboy v4 8900 ini, Aplikasi Shrink-A-OS akan nongol. Klik Browse dan arahkan ke

C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\Shared\Loader Files\8900M_v5.0.0.610_P5.2.0.58

Sebagai refrensi, berikut screen shot Shrink-A-OS punya saya

Shrink A OS Willyboy Hybrid

Klik Gambar Untuk Memperbesar

Seperti yang anda liat, default Hybrid OS tersebut adalah 120.99MB. Yang saya centang adalah yang ingin saya buang. Setelah itu tinggal klik tulisan “Shrink My OS!”.

Sebagai refrensi, berikut screen shot Shrink-A-OS punya saya setelah buang2 aplikasi.

Shrink A OS Willyboy Hybrid

Klik Gambar Untuk Memperbesar

Semua menjadi 60.02MB. Berarti saya hampir membuang setengah nya hehehe,.. horeeeee,…

Klik OK dan Lanjut ke Langkah 3 pada postingan disini.

Saat Device Application Selection, aplikasi yang saya pilih untuk di install ke Jave Curve 8900 ada pada gambar ini

BlackBerry APPS

Task, BlackBerry App World, BlackBerry Maps dan yang diatas2nya memang tidak saya install karena tidak pernah menggunakannya.

Setelah installasi selesai. Sebagai refrensi, berikut File Free di Jave Curve 8900 saya.

SlackBlog Curve 8900

Dan berikut setelah restart sehabis restore backup.

Albelly Curve 8900

Performa Hybrid OS akan berasa setelah 2 x 24 jam. Atau setelah restart yang ke 7 atau 8.

Sebagai refrensi(lagi) Aplikasi dan Setup BlackBerry Curve 8900 OS Hybrid ku pada saat ini adalah: