Archive for the ‘Hardware Nokia’ Category

INPUT DATA RF

Kaki RF_A = Input Signal BT RF_A yg ditangkap oleh BT Antenna Pad & digandakan jalur signalnya sama besar (A & B) oleh Z6030.

Kaki RF_B = Input Signal BT RF_B hasil penggandaan & Balancing Signal BT oleh Z6030

Kaki AUX_DAC = Not Connected. Kaki Auxilliary Digital to Analog Converter. Yaitu Kontrol utk IC BT dlm mengolah Demodulasi Signal Digital 2,4 Mhz menjadi Analog. Kaki ini tdk dipakai.

VOLTAGE / TEGANGAN KERJA

Kaki VREG_IN = Input Regulator/ Tegangan kerja Analog IC BT berasal dari VBATT=4V

Kaki VDD_PIO, VDD_PADS = (Voltage Drain Device) / Input Tegangan kerja Digital IC BT berasal dari VIO=1,8V IC Power.

Kaki VDD_ANA/VDD_CORE/VDD_VCO/VDD_RADIO = Input Tegangan kerja bagian ANALOG/CORE/VCO/RADIO IC BT. Diukur tegangannya 1,8V di R6032, apabila bermasalah, pertanda kaki IC BT tsb tdk mendapatkan teg. maka solusi alternatif jumper ke VIO.

CLOCK

XTAL_IN = IC BT membutuhkan RF Clock dari IC RF sebesar 38,4 Mhz. (RFCLKEXT = RF Clock Extention). RF Clock EXT ini = RF Clock utk CPU RAP. Ukurlah dengan Frequency Counter.

LPRF_CMT

PIO = (Process  Input Ouput) terhubung ke Processor alias CPU

PIO2 = UART_WAKE (Universal Architecture Receive Transmit) Wake Up = Control dari CPU untuk memulai proses RX/TX Data dari/ke IC BT menuju CPU RAP.

PIO3 = UART_CTS_P (UART_Command To Send_Process = Control Perintah yang dikirim dari CPU RAP ke IC BT

PIO4 = BT_WAKEUP = Control Perintah untuk menstartup IC BT untuk memulai proses RX/TX Data

UART_TX = Data olahan IC BT menuju IC CPU RAP (BT Antenna à IC BT à CPU RAP à Memory (Internal/External). Terjadi proses Demodulasi dari 2,4 Ghz à Data utk disimpan

UART_RX = Data olahan IC CPU RAP menuju IC BT ( Memory (Internal/External) à CPU RAP à IC BT à BT Antenna . Terjadi proses Modulasi dari Data di IC Flash/Memory à 2,4 Ghz

UART_RTS = Reset To Send = CPU mereset data IC BT untuk memulai Input Output Data. Tegangan Reset RTS berasal dari VIO IC Power

UART_CTS = Command To Send = CPU mengontrol IC BT untuk memulai Input Output Data

BT_RESETX = Bluetooth Reset Signal = CPU memberi Perintah/Tegangan Reset utk IC BT agar IC BT aktif.

PUSL

SLEEPCLK = (PUSL 1) = Sleep Clock Oscillator 32,768 Khz sbg syarat kerja IC BT

BTH_CLK_REQ = (PUSL 4) = APE_SLEEPX = Perintah/Tegangan  kerja dari CPU RAP ke IC BT sebesar 1,8V

PURX = (PUSL 0) = Power Up Reset Signal = Perintah/Tegangan reset dari CPU RAP untuk IC BT sebesar 1,8V

PCM

PCM_OUT = IC BT à CPU RAP

PCM_IN = CPU RAP à IC BT

PCM_SYNC = Sinkronisasi Data antara IC BT dengan CPU RAP

PCM_CLK = Clock PCM dari CPU RAP untuk IC BT

Kaki VSS_DIG/VSS_VCO/VSS_RADIO/VSS_ANA = Ke5 kaki Grounding ini sebagai kaki negatif/GND dari ke5 tegangan kerja/VDD (kaki A2/G4/D6/A4/C6 untuk IC BT ini.

AIO2 = (Analog Input Ouput 2) Hanyalah sekedar filtering Capasitor saja. C dicabut tdk menimbulkan masalah berarti.

1. INPUT SIGNAL RF

Data yg mau diolah (Input Signal) ditangkap oleh Antenna BT (E6001) –> Selanjutnya di Balancing oleh Filter Z6030 (Di Coupler) sehingga menjadi dua signal sama besar yaitu RF A & RF B yg masuk ke IC BT (N6030) –> Sedangkan Z6030 ini sendiri butuh tegangan buat bekerja yaitu VDD_VCO 1,8V karena berasal dari VIO (diukur gampang khan).
Nah inilah proses No. 1. Input Signal RF 2,4 Ghz. Jadi tinggal periksa jalur RF ini serta syarat kerja Z6030 yaitu VDD_VCO 1,8V.

2. OUTPUT DATA (LPRF_CMT = Low Power Radio Frequency_Cellular Mobile Telephone)

Lihat gabungan jalur yg bernama LPRF_CMT, ini akan menuju CPU RAP. Jadi hasil kerja final IC BT disinilah letaknya..
RF_A & RF_B yg diterima oleh IC BT sebesar 2,4Ghz akan diproses (Demodulasi), dibuang signal pembawanya yg sebesar 2,4Ghz oleh IC BT N6030, sehingga menjadi Frekuensi Data –> dikirim ke RAP

Bagaimana mengecek apakah output IC BT ini (LPRF) bagus/tidak? Bisa dengan cara Selftest seperti berikut :

– LPRF_IF_TEST
– LPRF_AUDIO_LINES_TEST
– BT_WAKEUP_TEST

Ketiga Test diatas mengukur Output LPRF (Hasil kerja IC BT) spt yg sdh dijelaskan. Hasilnya harus Passed semua. Bila tdk maka cek IC BT & syarat kerjanya.

– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST
– ST_BT_SLEEP_CLK_TEST

Kedua Test diatas mengukur Sleep Clock Crystal Oscillator 32,768 Khz keluaran dari IC Power (RETU/AVILMA) & juga mengukur 32,768 yg masuk ke IC BT. Harus Passed hasilnya.

– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST Unknown Result sudah tentu ST_BT_SLEEP_CLK_TEST Unknown result juga.
– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST Passed, belum tentu ST_BT_SLEEP_CLK_TEST Passed juga.

3. Tegangan Kerja (VIO, VBAT)

Ada dua tegangan kerja untuk IC BT yaitu :

Teg VBAT 4V = Sebagai tegangan Analog untuk bagian Analog IC BT.
Teg VIO 1,8v = Sebagai tegangan Digital untuk bagian Logic/Pengontrol dalam IC BT.

Tentu dengan mudah kita mengukur tegangan2 ini. Jika tdk ada tentu IC BT tdk akan bekerja

4. System Clock BT (RFCLKEXT 38,4 Mhz)

IC BT membutuhkan System Clock untuk proses kerjanya, yaitu RFCLK_EXT sebesar 38,4 Mhz yg berasal dari RF IC. RF CLK EXT ini sama besar dgn RF CLOCK untuk CPU RAP. Jadi jika bermasalah pertanda jalur RFCLKEXT putus, jumper ke RFCLK saja.

5. PUSL (Power Up System Logic)

Berisi Clock Oscillator, Teg,. Perintah/Control PURX & APE SleepX

– PURX = 1,8V dari IC Power (RETU/AVILMA)
– 32,768 Khz Sleep Clock dari RET/AVILMA
– APE_SleepX 1,8V dari CPU RAP.

Ketiga PUSL ini dpt dgn mudah diukur menggunakan Multimeter & Frequency Counter.

6. PCM (Pulse Code Modulation)
IC BT dalam mengolah Data Signal yang keluar masuk Modulasi & Demodulasi membutuhkan control PCM dari CPU/RAP. Ada Input, Ouput, Synchronization dan Clock.

Fungsi Z6030 :

1. Filtering (Signal yang masuk akan disaring, dgn frekuensi sebesar 2441,75 Mhz (sesuai spek di skema), signal diluar itu direject. Sehingga IC BT jadi lebih nyantai kerjanya.

2. Balancing (Signal 2,4 Ghz (X) yg masuk ini dibuat stabil bentuk amplitudonya (Y). Sehingga IC BT lebih mudah memprosesnya.

Dengan tujuan ini maka ada system Coupler, sehingga signal masuk yang masih acak acakan akan digandakan (coupler) sehingga menjadi 2 signal output & couplingnya yg sama besar bentuknya, gunanya sbg referensi & perbandingan sehingga yakin bahwa ke2 signal itu memiliki bentuk yg sama, jika bentuk sama tentunya amplitudo frekuensi nya sudah stabil.

Jika bentuknya berbeda, tentunya amplitudonya ketahuan masih belum stabil, sehingga Z6030 harus mengolahnya dgn benar. Jika tdk bisa menyebabkan signal lemah, dll. Sehingga Z6030 ini perlu dicek/diganti. Untuk mengukur RF A & RF B ini tentunya sulit mengukur High Frequency 2,4 Ghz.

Kecuali dengan peralatan memadai, software Phoenix FLS-5, JBT-9 Box, nantinya dibaca BER (Bluetooth Bit Error) Rationya. Hasilnya Error tdk boleh lebih besar dari 0,1%. Jika lebih besar pertanda Z6030 rusak. Untuk pengukuran ini sy sendiri belum pernah coba, gak punya alat2nya, hanya berdasarkan Service Manual saja.
Daripada lambat ngukur, mending lebih mudah lsg ganti saja.

3. Directional Coupler
Signal yang masuk ke Z6030 selain di coupling juga terjadi penyearahan sehingga lebih mantap & stabil..

4. Ampilified.
Dengan Proses2 diatas tentunya RF Signal BT 2,4 Ghz jadi lebih mantap, kuat krn terjadi pula proses Amplified penguatan.

Advertisements

Posted: November 2, 2010 in Hardware Nokia

System Kerja Camera Ponsel, Cara Pengukuran dan Perbaikannya
System kerja Camera Ponsel akan kita coba bahas disini.
Dari Mulai Nokia Berkamera spt 6610i,3200,7650, dan BB5 lainnya. jalur skematiknya dan sistem kerjanya kurang lebih sama. Hanya sedikit berbeda dari sumber tegangannya, dan processornya.

Ada Ponsel yg Processornya dari IC HWA/AEM (Hardware Accelerator / Auxilliary Energy Management)
Ada yg dari OMAP Golde Eye, Ada yg dari RAP.

Ada Ponsel yg Tegangannya berasal dari UEM, ada yg dari RETU/AVILMA, dan ada yg dari Step Down DC/DC Converter/SMPS/LDO Regulator for Camera.

Intinya bagian2 terpenting dlm syarat kerja kamera adalah :

1. Tegangan
Ada Tegangan Analog yg berfungsi sbg Power/Daya utk Kamera. Dan ada Tegangan Digital yg berfungsi sebagai pengolah data pd kamera.
Tegangan Analog lebih besar dari Teg. Digital. Umumnya Teg. Analog berkisar 2,8V dan Teg. Digital 1,8V

2. External Clock

Setiap kamera membutuhkan clock sbg syarat kerjanya, dpt diukur besaran clock yg stabil disini dgn Frequency Counter ataupun Osciloscope akan terlihat nilai sebesar 9,6 Mhz 1,8Vpp

3. Jalur Control I2C
Pada Jalur I2C (Inner Integrated Circuit) disini adalah jalur control dari Processor utk Camera sbg Indikator atau pengecekan kamera. Ada dua jalur yg dpt dicek disini yaitu CCISCL (Continuity Check Indicator Serial Clock) = Saluran Clock
dan CCI SDA (Continutiy Check Indicator Serial Data) = Saluran Data
Control yg diberikan oleh Processor utk kamera melalui saluran Data berdasarkan perubahan Clock yg terjadi pd saluran Clock. Jadi Clock disini berubah2 dan bkn spt EXTCLK yg stabil dpt diukur.
Kita mengukur tegangan 1,8V yg dihubungkan dgn Pull Up Resitor pd jalur I2C ini.

4, Jalur Data Kamera

Ada 2 jalur Data yg dikirimkan dari Processor ke kamera dan sebaliknya. Serta Ada dua jalur Clocknya.
Data yg dikirimkan dari Processor ke kamera berdasarkan perubahan Clock yg terjadi.

Jalur data dan Clock ini adalah jalur :

CCPCLK+
CCPCLK-

Channel Camera Processor Clock + dan –

CCPDAT+
CCPDAT-

Channel Camera Clock Data + dan –

Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat skema berikut :

Dari Skema Bagian Connector Camera dapat kita lihat sebagai berikut :

1. VCAP = Tegangan Penyimpanan pada Capasitor sebagai penstabil tegangan
2. VANA = Tegangan Analog utk Camera (2,8V Dari VFLASH1/VAUX RETU/MENELAUS)
3. VDIG_CAM = Teg. Digital utk Camera (1,8V Dari VIO/SMPS/MENELAUS)
4. XSHUTDOWN = Control dari CPU untuk mengaktifkan/menonaktifkan Camera (1,8V)
5. EXTCLK = Clock untuk Camera sebesar 9,6 Mhz
6. CCISCL = Continuity Check Indicator Serial Clock (1,8V) dari CPU RAP/HWA IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
CCISDA = Continutiy Check Indicator Serial Data (1,8V) dari CPU RAP/HWA IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
7. CCPCLK = Channell Camera Processor Clock dari CPU RAP/HWA IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
8. CCPDAT = Channell Camera Processor Data dari CPU RAP/HW IC Camera/OMAP GOLDEN EYE
Dengan melakukan Pengukuran tegangan, Clock dan Data yg berhubungan, maka perbaikan kamera dpt kita lakukan dgn benar dan tepat, sehingga langsung tepat sasaran dan tdk menduga2..

Kerusakan Kamera dpt pula disebabkan oleh Software. Jadi sebelum melangkah ke Hardware ada baiknya di perbaiki Data DCC (Dynamic Camera Configuration File) Apabila gagal penulisan file ini maka bisa dipastikan ada Hardware yg bermasalah. Sedangkan apabila kerusakan pd DCC file maka Data CCPDAT+ dan – yg terukur pd Osci akan menyimpang dari gbr yg seharusnya.

Cara menulis DCC file bisa dgn Phoenix maupun dgn MXKey :

Service ->> Phone Test –> Camera –> Write To Phone –> pilih file DCC

Alat-alat yang dibutuhkan :

1. Multitester Digital/Analog, lebih bagus Digital, karena hasilnya lebih akurat terbaca.
2. DC Power Supply, diatur Voltagenya antara 3,6V – 4,1 Volt.
3. Kabel jumper. (Utk PCB yg Connector Batterenya terpisah, maka kabel jumper hrs disolder ke PCB (Kutub Batt + dan -) baru dihubungkan ke Power Supply. dcpowersupply.jpg

Persiapan Pengukuran :

1. Nyalakan Power Supply, atur tegangannya 3,6 s/d 4,1 V.
2. Solder 2 buah kbl jumper, satu kabel di Kutub + Batt (Boleh juga di C165), dan satu kabel lagi di kutub Batt – atau di GND mana saja. lalu kedua kabel tsb dihubungkan ke Power Supply

I. Pengukuran Tegangan pada Ponsel Nokia DCT3 (Ct : 8210/8250)

Tegangan penting yg harus diukur :

1. Power ON di Switch On/Off = 3,6V s/d 4,1 V
2. VBB = 2,8 V
3. VCore = 1,8 V
4. VCP = 4,8 V
5. VCOBBA = 2,8 V
6. VREF = 1,5 V
7. VXO = 2,8 V
8. PURX = 2,8 V

Power On : Tegangan dari batt –> CCONT -> Saklar.
VBB (Voltage BaseBand) = Teg. untuk bagian baseband spt IC UI, CPU, LCD, COBBA, IC Flash, dll
VCore = Tegangan Digital utk CPU sbg Processor.
VCP = Voltage Charge Pump, teg. untuk IC Regulator ke VCO & IC RF
VCOBBA = teg. Digital untuk IC Audio COBBA
VREF = Teg. referensi clock untuk IC RF HAGAR (sbg Frequency Synthetizer) dan untuk IC Audio COBBA (sbg Automatic Frequency Control) dlm mengatur RF Clock 26 Mhz.
VXO = Voltage Xtal Oscillator, tegangan utk IC Crystal 26 Mhz
PURX = Power Up Reset -> Signal Reset utk CPU dari CCONT utk mulai bekerja.

Tegangan CCONT.JPG

Langkah-langkah Pengukuran :

1. Setelah Persiapan Pengukuran sdh dilakukan, maka siapkan Multitester. (Bila ada yg belum mengerti cara penggunaan, bisa baca petunjuknya lebih lanjut di sini : Petunjuk Penggunaan MultiTester Digital
2. Putar Skala Multitester ke DC Volt 20

3. Tempel Kabel hitam ke Ground. Dan Kabel Merah ke kaki saklar On/Off +, (bagian bawah). Baca tegangannya, hrs menunjukkan angka >3,6V. Dan jika saklar ditekan hasilnya harus 0 V. Jika tdk ada teg. Power On, HP tdk bisa hidup, namun jika dicharge akan muncul gambar battere sdg dicharge, solusinya cek Ccont, R118(resistor Power On) dan jalur Power On (Batt –> Ccont kaki E4 –> Switch on/off.

4. Kabel merah pindah ke C152, tekan On/Off, maka hasil nya harus 2,8 VXO, Jika VXO tdk keluar, otomatis HP akan matot, karena Crystal tdk bekerja mengeluarkan frekuensi 26 Mhz utk IC RF, yg nantinya oleh HAGAR akan dibagi 2 menjadi 13 Mhz dan akan dikirim ke CPU, sebagai RF Clock. maka dari itu cek CCONT, jika VXO tdk muncul.

5. Kbl Merah ke C107, VBB = 2,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, cek CCONTnya.

6. Kbl merah ke C108, VCP = 5V, jika tdk keluar, HP akan No Signal, manual searching lsg No network dlm waktu singkat. Cek CCONT.

7. Kbl merah ke C140, VCore = 1,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, karena CPU tdk akan bekerja, oleh karena itu cek CCONTnya. Bila Vcore <1,0V ada kemungkinan bisa dari CPU short, atau CCONT lemah.

8. Kbl merah ke C133, VCobba = 2,8 V, jika tdk keluar, HP akan muncul “Contact Service” dan di info di UFS COBBA s/n = 000000, karena Cobba tdk dpt bekerja akibat tdk ada tegangan. solusinya cek CCONT.

9. Kbl merah ke C106, VRef = 1,5V, jika tdk keluar, gejala pd HP No Network, karena teg. referensi utk IC HAGAR tdk ada. Solusinya cek CCONT.

10. Kbl Merah ke J227, PURX =2,8V (Joint 227 = sambungan ke kaki B13 CPU), Jika PURX tdk keluar, maka HP akan matot, karena CPU tdk mendapat Signal Power Up Reset dari CCONT.

Setelah semua teg. keluar pertanda CCONT dalam hal ini berfungsi sbg Regulator (Pembagi tegangan) telah berfungsi dengan baik. Fungsi lainnya dari CCONT sbg Penguat frekuensi Sleep Clock dari 32 Khz crystal yg dpt diukur dgn Frequency Counter. Juga tugas lainnya sbg PWM (Power Management) pengontrol Charging, Tegangan SIM card, dll.

 
Cara menentukan kutub GND dari Capasitor itu mudah:
Pakai Multitester & skala Continuitas (Bunyi Suara).

Tempel salah satu kbl Multitester di Ground PCB. dan satu lagi di salah satu kutub Capasitor.
Jika Multitester berbunyi pertanda itu adalah kutub GND Capasitor.
Dan kutub GND tdk akan mengeluarkan tegangan (alias 0V).
Sehingga tegangan berada di kutub yg satu lagi. Disitulah kita menempelkan jarum Multitester warna Merah untuk melakukan Pengukuran.
Dan kutub tsb tdk boleh terhubung ke GND, jika kedua kutub Capasitor terhubung ke GND, pertanda Capasitor Short, atau jalurnya short.

 

kalo Ngukur Resistor itu, yg paling baik adalah dicabut.Lalu diukur pakai Multitester sesuai petunjuk.

Tapi kalo gak dicabut juga bisa lsg diukur di PCB nya. Karena Resistor di PCB kecil, mudah hilang, jadi diukur lsg saja. Lsg terbaca nilainya…
Namun jika Resistor ini terhubung Paralel dengan resistor atau Capasitor lainnya, maka hasilnya kaan berubah. Oleh karena itu dilihat dahulu di skema mengenai bentuk Rangkaiannya. Jika diparalel kedua kutubnya dengan komponen lain , maka pengukuran harus dicabut.

Karena mengukur Resistor tsb, ikut juga terukur temannya. jadi hasilnya pasti beda.

Namun jika tdk/ misalnya dirangkai seri,maka tdk perlu dicabut, lsg ukur saja.

Mengenai Resistor yg kalo kena panas, nilai tahanannya berubah. Itu namanya Thermistor.. (Thermal Resistor). Jika kena panas, tahanannya kaan mengecil, namun akan naik kembali hambatannya jika suhu sudah normal kembali.
Contoh Thermistor (NTC) pd Ponsel Nokia 3210 di COnnector Batt + nya.

Kalo ngukur resistor jd jgn panas2 lsg diukur, tunggu normal dulu suhunya baru diukur dech..

N70 Short

Posted: October 17, 2010 in Hardware Nokia

Masalah Short saat Pasang Batt. Kerusakan pada Komponen yang terhubung Langsung Ke battere. Langkah-Langkah pengecekannya adalah sbb: (Perhatikan Gbr dibawah ini) :

1. Cabut Z7500 (No.1) untuk memutuskan jalur Batt ke PA. Jika short sdh hilang. Pertanda PA yg rusak.

2. Cabut L7503 (No.2) untuk memutuskan jalur Batt ke IC RF (HINKU/VINKU). Jika short hilang begitu angkat L7503. maka bisa dipastikan kerusakan pada IC RF tsb.

3. Cabut Coil L1474 (No.3) untuk memutuskan jalur VBatt ke Driver lampu N1471. Jika short hilang, maka ganti N1471.

4. Cabut Coil L4201 untuk memutuskan Jalur Vbatt ke IC SMPS N4200. Jika Short hilang begitu mencabut L4201, maka kerusakan pada IC SMPS N4200. Cabut N4200 dan lakukan Jumper VCore to VCoreA.

5. Cabut IC N4201, APE Regulator (No.5). Jika Short hilang, maka kerusakan pada IC N4201 APE Regulator. Langkah berikut cabut N4201 dan lakukan Jumper VIO to VDDR_APE.

6. Cabut IC LED Driver N2301 (No.6) Untuk memutuskan Jalur VBatt ke IC N2301. Jika masalah Short langsung hilang, bisa dipastikan IC N2301 yg short.

7. Cabut IC Front Camera N1472 (No.7), jika short langsung hilang, bisa dipastikan IC ini penyebabnya.

8. Cabut IC N1470 dan N7505 (No.8), jika short lsg hilang pertanda IC ini short.

9. Cabut Bluetooth Module. Jika short lsg hilang, pertanda IC ini rusak..

10. terakhir baru cabut IC RETU dan TAHVO utk menentukan kerusakanshort pd IC Power1(RETU) dan TAHVO(IC Power2)

BB5 Single Engine

Posted: September 5, 2010 in Hardware Nokia

http://borneo-flasher.com/attachment.php?attachmentid=520&d=1283631481

http://borneo-flasher.com/attachment.php?attachmentid=519&d=1283631387

I. IC SMPS (Switch Mode Power Supply)

Adalah berupa IC Regulator dgn 10 pin BGA, yg bertugas mensuplai tegangan VCoreA untuk OMAP. Pada BB5 IC SMPS ini hanya terdapat pada BB5 Dual Engine yg memiliki OMAP Processor. VCoreA utk OMAP yg dihasilkan oleh SMPS ini besarnya sama dengan VCORE utk RAP3G yg dihasilkan oleh TAHVO yaitu 1,4Volt, namun memiliki switching periodik yang berbeda. Masalah IC SMPS yg rusak, dapat pula diakali dengan menjumper VCoreA ke VCore.
Apabila SMPS rusak berakibat tdk adanya VCoreA yg menyebabkan gejala HP menjadi WSOD (White Screen On Display)

Kesepuluh kaki IC SMPS:

Pin A1 FB : Tegangan yg dihasilkan oleh kaki C3 SMPS dgn Inductor (koil DC/DC Converter L294 diumpan balik ke kaki A1 SMPS sbg referensi teg. VCoreA tsb.

Pin B1 VSEL : Switching Mode. Voltage Selector yg terhubung ke APESleepX OMAP. Ini adalah pengaturan besarnya keluaran VCoreA. Output VCoreA ini tergantung dari SleepX OMAP. Saat kondisi LocalMode VCoreA=1,4V. Saat SleepMode, OMAP tdk full loaded, tegangan VCoreA akan mengecil berkisar 1.05V s/d 1,35V untuk efisiensi power.
Pada solusi jumper VCoreA maka APESleepX ini sdh tdk berfungsi, karena sdh mengikuti tegangan VCORE dari TAHVO.

Pin C1 ISEL : Ground.

Pin D1 Sync : Adalah Controller Clocking dari TAHVO yg mengeluarkan frequency 595 Khz dgn tegangan 186mVolt. Sebagai referensi clock untuk IC SMPS.

Pin D2 EN : Enable. Adalah Controlling dari TAHVO untuk IC SMPS. Saat TAHVO bekerja, akan memberikan teg. Reset utk SMPS, dan SMPS akan mulai bekerja mengeluarkan VCoreA.

Pin A2 SGND : Signal Ground. Pertanahan utk Data signal.

Pin A3 VDD : Voltage Drain Device adalah Tegangan Drain (Tegangan Positif) IC SMPS yang terhubung VBatt.

Pin B3 PVIN : Power Voltage In adalah Tegangan Input dari VBatt utk IC SMPS >3,6V

Pin C3 Output : Adalah Tegangan Output SMPS yg diinduksi oleh Coil L4200. Rangkaian DC/DC Converter

Pin D3 PGND : Power Ground. Pertanahan utk Tegangan.

Prosedur Alternatif untuk Perbaikan masalah BB5 Blank putih (WSOD). Adalah mengukur teg. VCoreA. Jika tdk leuar jumper lsg ke Output VCore dari TAHVO.

Prosedur resmi perbaikan VCOREA. (Di Nokia Service Centre tdk berlaku istilah jumper VCoreA to VCore ). Prosedurnya sbb:
1. Ukur VCoreA=1,4V. jika tdk OK
2. Ukur Coil L4200=OK, jika notOK ganti L4200
3. Ukur Teg. VBat utk SMPS di L4201=OK, jika notOK cek L2401&jalurVBatt
4. Ukur teg. Enable dari TAHVO utk SMPS di J2218=OK jika notOK cek TAHVO
berarti solusi ganti SMPS..

II. APE Regulator

Adalah IC yang bertugas memberikan tegangan VDDR_APE sebesar 1,8Volt untuk IC NAND Flash (APE Flash). (APE2nd boot jika dicek dgn UFS).

Jika teg. Ini tdk ada maka HP BB5 tetap akan Blank Putih (WSOD)
jadi Blank Putih umumnya disebabkan dari APE Block (Baik OMAP maupun APE Flash)

N4201 (APE Regulator ini mendapatkan tegangan Vdd dari VBatt)

Juga N4201 ini dikontrol atau di Enable oleh TAHVO dgn memberikan tegangan Enable ke N4201, agar N4201 mengeluarkan VDDR_APE 1,8V

Prosedur Alternatif untuk VDDR_APE yg tdk keluar tegangannya adalah dengan menjumper ke VIO yg tegangannya sama besarnya yaitu 1,8V

Sedangkan Prosedur Resmi di Srvice Centre (Tdk berlaku hukum jumper )
Adalah dengan :

Ukur VBATT di C4203 jika tdk ada ==> SWAP Mesin. (Altenatifnya ya dijumper ke VBatt)

Ukur Ven dari TAHVO untuk N4201 pada J2218 ==> notOK ==> Cek TAHVO.

Kita mengikuti Prosedur Alternatif saja dengan cara menjumper. Tdk perlu mengganti ICnya. Lebih mudah dan hemat…

Perhatikan Gbr Skema Rangkain IC SMPS N261 diatas, (juga perhatikan R263,dll)

Penjelasan kerja IC SMPS pada Nokia WD2 (3650,6600, Ngage,dll)

Mari kita mengenal lebih lanjut mengenai IC SMPS.


Perhatikan pada ke-10 pin kaki IC SMPS:

Pin A1 FB : Tegangan yg dihasilkan oleh kaki C3 SMPS dgn Inductor (koil DC/DC Converter L294 diumpan balik ke kaki A1 SMPS sbg referensi teg. VCoreA tsb.

Pin B1 VSEL: Voltage Selector. Adalah Pemilihan tegangan utk CPU. Ada dua pemilihan tegangan yg dapat diatur dgn merubah R263 ini.

1. Jika R263 0KOhm dipasang, maka kaki B1 SMPS atau VSEL ini akan mendapatkan tegangan dari Batt >3,6V (Kondisi High Mode) maka output VCore = 1,8V.

2. Sedangkan apabila R263 ini dicabut, maka kaki B1 (VSEL) ini tdk mendapatkan tegangan apapun (OV). karena putus jalur. maka Ouptu VCoreA=1,5V.

Dengan kata lain:
VSEL kondisi High 3,6V (R263 dipasang) maka VCOREA menjadi 1,8V
VSEL kondisi Low 0V (R263 dicabut) maka VCOREA menjadi 1,5V

Pin C1 REF : Voltage Reference. Adalah Tegangan referensi untuk IC SMPS dalam mengolah Output VCore sebesar 1,37V. Yg diperuntukkan pula utk IC RF Mjolner.

Pin D1 Sync : Adalah Tegangan Synchronization VR3 untuk IC SMPS untuk Proses Switch Synchronication Mode. VR3 ini berfungsi pula sebagai VXO (Voltage Xtal Oscillator) utk 26 Mhz Crystal yg diatur oleh IC RF (Mjolner)

Pin D2 EN : Enable. Adalah Controlling dari UEM untuk IC SMPS melalu R265

Pin A2 SGND : Signal Ground. Pertanahan utk Data signal.

Pin A3 VDD : Voltage Drain Device adalah Tegangan Drain IC SMPS terhubung VBatt

Pin B3 PVIN : Power Voltage In adalah Tegangan Input dari VBatt utk IC SMPS >3,6V

Pin C3 Output : Adalah Tegangan Output SMPS yg diinduksi oleh Coil L294. Rangkaian DC/DC Converter

Pin D3 PGND : Power Ground. Pertanahan utk Tegangan.

Sekedar tambahan mengapa harus mengatur Vcorea:

Seperti kita ketahui Processor pada Generasi Nokia WD2 adalah UPPWD2.

UPPWD2 ada beberapa versi antara lain:

UPPWD v2.3 V2.4 V2.5 v3.2 v3.E

UPP V2.5 kebawah menggunakan tegangan Vcore sebesar 1,8V
UPP V3.2 & V3.2E menggunakan tegangan Vcore sebesar 1,5V
(tegangan UPP v3.2 lebih lower consumtive dibandingkan UPPWD2 generasi lama)

Jadi misalnya sbg contoh 3650, awalnya UPP Ver2.5. Rusak UPP dan memerlukan penggantian. STock Spareparts saatini hanya ada UPP V3.2/V3.2E. Maka UPP tsb dpt dipasang. Namun memerlukan tricks pencabutan R263 agar tegangan VCore utk UPP dpt sesuai kembali. Bila tdk dicabut.

Bayangkan UPPWD2 v3.2 yg karakterisktik VCorenya = 1,5 V diberikan tegangan 1,8V. Akan mampu bertahan berapa lama UPP tsb dgn OverVoltage sebesar +0,3V…

Sedangkan UPPWD2 v3.2 dan UPPWD2 V3.2E secara karakteristik dalam hal tegangan sama.
Perbedaanya adalah v3.2 E sdh mengikuti standar RoHS (Resctrictions of Hazardous Substances) yaitu Pelarangan dalam menggunakan Bahan Substansi berbahaya. Dalam hal ini bahan tsbadalah Pb (Plumbum/Timah Hitam).

UPPWD2 v3.2 63%Sn dan 37%Pb
UPPWD2 v3.2E 100% Sn

Oleh karena itu UPPWD2 v3.2E lebih keras karena mengandung 100% Sn (Stannum/Timah Putih)