Mempelajari tentang IC Bluetooth Module

Posted: January 1, 2011 in Hardware Nokia

INPUT DATA RF

Kaki RF_A = Input Signal BT RF_A yg ditangkap oleh BT Antenna Pad & digandakan jalur signalnya sama besar (A & B) oleh Z6030.

Kaki RF_B = Input Signal BT RF_B hasil penggandaan & Balancing Signal BT oleh Z6030

Kaki AUX_DAC = Not Connected. Kaki Auxilliary Digital to Analog Converter. Yaitu Kontrol utk IC BT dlm mengolah Demodulasi Signal Digital 2,4 Mhz menjadi Analog. Kaki ini tdk dipakai.

VOLTAGE / TEGANGAN KERJA

Kaki VREG_IN = Input Regulator/ Tegangan kerja Analog IC BT berasal dari VBATT=4V

Kaki VDD_PIO, VDD_PADS = (Voltage Drain Device) / Input Tegangan kerja Digital IC BT berasal dari VIO=1,8V IC Power.

Kaki VDD_ANA/VDD_CORE/VDD_VCO/VDD_RADIO = Input Tegangan kerja bagian ANALOG/CORE/VCO/RADIO IC BT. Diukur tegangannya 1,8V di R6032, apabila bermasalah, pertanda kaki IC BT tsb tdk mendapatkan teg. maka solusi alternatif jumper ke VIO.

CLOCK

XTAL_IN = IC BT membutuhkan RF Clock dari IC RF sebesar 38,4 Mhz. (RFCLKEXT = RF Clock Extention). RF Clock EXT ini = RF Clock utk CPU RAP. Ukurlah dengan Frequency Counter.

LPRF_CMT

PIO = (Process  Input Ouput) terhubung ke Processor alias CPU

PIO2 = UART_WAKE (Universal Architecture Receive Transmit) Wake Up = Control dari CPU untuk memulai proses RX/TX Data dari/ke IC BT menuju CPU RAP.

PIO3 = UART_CTS_P (UART_Command To Send_Process = Control Perintah yang dikirim dari CPU RAP ke IC BT

PIO4 = BT_WAKEUP = Control Perintah untuk menstartup IC BT untuk memulai proses RX/TX Data

UART_TX = Data olahan IC BT menuju IC CPU RAP (BT Antenna à IC BT à CPU RAP à Memory (Internal/External). Terjadi proses Demodulasi dari 2,4 Ghz à Data utk disimpan

UART_RX = Data olahan IC CPU RAP menuju IC BT ( Memory (Internal/External) à CPU RAP à IC BT à BT Antenna . Terjadi proses Modulasi dari Data di IC Flash/Memory à 2,4 Ghz

UART_RTS = Reset To Send = CPU mereset data IC BT untuk memulai Input Output Data. Tegangan Reset RTS berasal dari VIO IC Power

UART_CTS = Command To Send = CPU mengontrol IC BT untuk memulai Input Output Data

BT_RESETX = Bluetooth Reset Signal = CPU memberi Perintah/Tegangan Reset utk IC BT agar IC BT aktif.

PUSL

SLEEPCLK = (PUSL 1) = Sleep Clock Oscillator 32,768 Khz sbg syarat kerja IC BT

BTH_CLK_REQ = (PUSL 4) = APE_SLEEPX = Perintah/Tegangan  kerja dari CPU RAP ke IC BT sebesar 1,8V

PURX = (PUSL 0) = Power Up Reset Signal = Perintah/Tegangan reset dari CPU RAP untuk IC BT sebesar 1,8V

PCM

PCM_OUT = IC BT à CPU RAP

PCM_IN = CPU RAP à IC BT

PCM_SYNC = Sinkronisasi Data antara IC BT dengan CPU RAP

PCM_CLK = Clock PCM dari CPU RAP untuk IC BT

Kaki VSS_DIG/VSS_VCO/VSS_RADIO/VSS_ANA = Ke5 kaki Grounding ini sebagai kaki negatif/GND dari ke5 tegangan kerja/VDD (kaki A2/G4/D6/A4/C6 untuk IC BT ini.

AIO2 = (Analog Input Ouput 2) Hanyalah sekedar filtering Capasitor saja. C dicabut tdk menimbulkan masalah berarti.

1. INPUT SIGNAL RF

Data yg mau diolah (Input Signal) ditangkap oleh Antenna BT (E6001) –> Selanjutnya di Balancing oleh Filter Z6030 (Di Coupler) sehingga menjadi dua signal sama besar yaitu RF A & RF B yg masuk ke IC BT (N6030) –> Sedangkan Z6030 ini sendiri butuh tegangan buat bekerja yaitu VDD_VCO 1,8V karena berasal dari VIO (diukur gampang khan).
Nah inilah proses No. 1. Input Signal RF 2,4 Ghz. Jadi tinggal periksa jalur RF ini serta syarat kerja Z6030 yaitu VDD_VCO 1,8V.

2. OUTPUT DATA (LPRF_CMT = Low Power Radio Frequency_Cellular Mobile Telephone)

Lihat gabungan jalur yg bernama LPRF_CMT, ini akan menuju CPU RAP. Jadi hasil kerja final IC BT disinilah letaknya..
RF_A & RF_B yg diterima oleh IC BT sebesar 2,4Ghz akan diproses (Demodulasi), dibuang signal pembawanya yg sebesar 2,4Ghz oleh IC BT N6030, sehingga menjadi Frekuensi Data –> dikirim ke RAP

Bagaimana mengecek apakah output IC BT ini (LPRF) bagus/tidak? Bisa dengan cara Selftest seperti berikut :

– LPRF_IF_TEST
– LPRF_AUDIO_LINES_TEST
– BT_WAKEUP_TEST

Ketiga Test diatas mengukur Output LPRF (Hasil kerja IC BT) spt yg sdh dijelaskan. Hasilnya harus Passed semua. Bila tdk maka cek IC BT & syarat kerjanya.

– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST
– ST_BT_SLEEP_CLK_TEST

Kedua Test diatas mengukur Sleep Clock Crystal Oscillator 32,768 Khz keluaran dari IC Power (RETU/AVILMA) & juga mengukur 32,768 yg masuk ke IC BT. Harus Passed hasilnya.

– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST Unknown Result sudah tentu ST_BT_SLEEP_CLK_TEST Unknown result juga.
– ST_SLEEPCLK_FREQ_TEST Passed, belum tentu ST_BT_SLEEP_CLK_TEST Passed juga.

3. Tegangan Kerja (VIO, VBAT)

Ada dua tegangan kerja untuk IC BT yaitu :

Teg VBAT 4V = Sebagai tegangan Analog untuk bagian Analog IC BT.
Teg VIO 1,8v = Sebagai tegangan Digital untuk bagian Logic/Pengontrol dalam IC BT.

Tentu dengan mudah kita mengukur tegangan2 ini. Jika tdk ada tentu IC BT tdk akan bekerja

4. System Clock BT (RFCLKEXT 38,4 Mhz)

IC BT membutuhkan System Clock untuk proses kerjanya, yaitu RFCLK_EXT sebesar 38,4 Mhz yg berasal dari RF IC. RF CLK EXT ini sama besar dgn RF CLOCK untuk CPU RAP. Jadi jika bermasalah pertanda jalur RFCLKEXT putus, jumper ke RFCLK saja.

5. PUSL (Power Up System Logic)

Berisi Clock Oscillator, Teg,. Perintah/Control PURX & APE SleepX

– PURX = 1,8V dari IC Power (RETU/AVILMA)
– 32,768 Khz Sleep Clock dari RET/AVILMA
– APE_SleepX 1,8V dari CPU RAP.

Ketiga PUSL ini dpt dgn mudah diukur menggunakan Multimeter & Frequency Counter.

6. PCM (Pulse Code Modulation)
IC BT dalam mengolah Data Signal yang keluar masuk Modulasi & Demodulasi membutuhkan control PCM dari CPU/RAP. Ada Input, Ouput, Synchronization dan Clock.

Fungsi Z6030 :

1. Filtering (Signal yang masuk akan disaring, dgn frekuensi sebesar 2441,75 Mhz (sesuai spek di skema), signal diluar itu direject. Sehingga IC BT jadi lebih nyantai kerjanya.

2. Balancing (Signal 2,4 Ghz (X) yg masuk ini dibuat stabil bentuk amplitudonya (Y). Sehingga IC BT lebih mudah memprosesnya.

Dengan tujuan ini maka ada system Coupler, sehingga signal masuk yang masih acak acakan akan digandakan (coupler) sehingga menjadi 2 signal output & couplingnya yg sama besar bentuknya, gunanya sbg referensi & perbandingan sehingga yakin bahwa ke2 signal itu memiliki bentuk yg sama, jika bentuk sama tentunya amplitudo frekuensi nya sudah stabil.

Jika bentuknya berbeda, tentunya amplitudonya ketahuan masih belum stabil, sehingga Z6030 harus mengolahnya dgn benar. Jika tdk bisa menyebabkan signal lemah, dll. Sehingga Z6030 ini perlu dicek/diganti. Untuk mengukur RF A & RF B ini tentunya sulit mengukur High Frequency 2,4 Ghz.

Kecuali dengan peralatan memadai, software Phoenix FLS-5, JBT-9 Box, nantinya dibaca BER (Bluetooth Bit Error) Rationya. Hasilnya Error tdk boleh lebih besar dari 0,1%. Jika lebih besar pertanda Z6030 rusak. Untuk pengukuran ini sy sendiri belum pernah coba, gak punya alat2nya, hanya berdasarkan Service Manual saja.
Daripada lambat ngukur, mending lebih mudah lsg ganti saja.

3. Directional Coupler
Signal yang masuk ke Z6030 selain di coupling juga terjadi penyearahan sehingga lebih mantap & stabil..

4. Ampilified.
Dengan Proses2 diatas tentunya RF Signal BT 2,4 Ghz jadi lebih mantap, kuat krn terjadi pula proses Amplified penguatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s