Mengenal cara Kerja IC SMPS Regulator Pada WD2

Posted: September 4, 2010 in Hardware Nokia

Perhatikan Gbr Skema Rangkain IC SMPS N261 diatas, (juga perhatikan R263,dll)

Penjelasan kerja IC SMPS pada Nokia WD2 (3650,6600, Ngage,dll)

Mari kita mengenal lebih lanjut mengenai IC SMPS.


Perhatikan pada ke-10 pin kaki IC SMPS:

Pin A1 FB : Tegangan yg dihasilkan oleh kaki C3 SMPS dgn Inductor (koil DC/DC Converter L294 diumpan balik ke kaki A1 SMPS sbg referensi teg. VCoreA tsb.

Pin B1 VSEL: Voltage Selector. Adalah Pemilihan tegangan utk CPU. Ada dua pemilihan tegangan yg dapat diatur dgn merubah R263 ini.

1. Jika R263 0KOhm dipasang, maka kaki B1 SMPS atau VSEL ini akan mendapatkan tegangan dari Batt >3,6V (Kondisi High Mode) maka output VCore = 1,8V.

2. Sedangkan apabila R263 ini dicabut, maka kaki B1 (VSEL) ini tdk mendapatkan tegangan apapun (OV). karena putus jalur. maka Ouptu VCoreA=1,5V.

Dengan kata lain:
VSEL kondisi High 3,6V (R263 dipasang) maka VCOREA menjadi 1,8V
VSEL kondisi Low 0V (R263 dicabut) maka VCOREA menjadi 1,5V

Pin C1 REF : Voltage Reference. Adalah Tegangan referensi untuk IC SMPS dalam mengolah Output VCore sebesar 1,37V. Yg diperuntukkan pula utk IC RF Mjolner.

Pin D1 Sync : Adalah Tegangan Synchronization VR3 untuk IC SMPS untuk Proses Switch Synchronication Mode. VR3 ini berfungsi pula sebagai VXO (Voltage Xtal Oscillator) utk 26 Mhz Crystal yg diatur oleh IC RF (Mjolner)

Pin D2 EN : Enable. Adalah Controlling dari UEM untuk IC SMPS melalu R265

Pin A2 SGND : Signal Ground. Pertanahan utk Data signal.

Pin A3 VDD : Voltage Drain Device adalah Tegangan Drain IC SMPS terhubung VBatt

Pin B3 PVIN : Power Voltage In adalah Tegangan Input dari VBatt utk IC SMPS >3,6V

Pin C3 Output : Adalah Tegangan Output SMPS yg diinduksi oleh Coil L294. Rangkaian DC/DC Converter

Pin D3 PGND : Power Ground. Pertanahan utk Tegangan.

Sekedar tambahan mengapa harus mengatur Vcorea:

Seperti kita ketahui Processor pada Generasi Nokia WD2 adalah UPPWD2.

UPPWD2 ada beberapa versi antara lain:

UPPWD v2.3 V2.4 V2.5 v3.2 v3.E

UPP V2.5 kebawah menggunakan tegangan Vcore sebesar 1,8V
UPP V3.2 & V3.2E menggunakan tegangan Vcore sebesar 1,5V
(tegangan UPP v3.2 lebih lower consumtive dibandingkan UPPWD2 generasi lama)

Jadi misalnya sbg contoh 3650, awalnya UPP Ver2.5. Rusak UPP dan memerlukan penggantian. STock Spareparts saatini hanya ada UPP V3.2/V3.2E. Maka UPP tsb dpt dipasang. Namun memerlukan tricks pencabutan R263 agar tegangan VCore utk UPP dpt sesuai kembali. Bila tdk dicabut.

Bayangkan UPPWD2 v3.2 yg karakterisktik VCorenya = 1,5 V diberikan tegangan 1,8V. Akan mampu bertahan berapa lama UPP tsb dgn OverVoltage sebesar +0,3V…

Sedangkan UPPWD2 v3.2 dan UPPWD2 V3.2E secara karakteristik dalam hal tegangan sama.
Perbedaanya adalah v3.2 E sdh mengikuti standar RoHS (Resctrictions of Hazardous Substances) yaitu Pelarangan dalam menggunakan Bahan Substansi berbahaya. Dalam hal ini bahan tsbadalah Pb (Plumbum/Timah Hitam).

UPPWD2 v3.2 63%Sn dan 37%Pb
UPPWD2 v3.2E 100% Sn

Oleh karena itu UPPWD2 v3.2E lebih keras karena mengandung 100% Sn (Stannum/Timah Putih)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s